-->
Featured Article

Rabu, 26 Desember 2012

10 hal untuk melakukan penyelamatan saat bencana banjir terjadi....!!!!

http://ibnisakhiy.blogspot.com
Di musim penghujan tidak peduli di kota maupun di desa saat paling menegangkan dan biasa membuat kita panik adalah ketika terjadi bencana banjir. Apalagi jika banjir tersebut datang secara mendadak, misalnya pada malam hari saat kita sedang nyenyak terlelap tidur, sehingga membuat kesiapan menghadapinya berkurang. Ketenangan, ketabahan, dan tindakan cepat sangat kita perlukan pada kondisi seperti ini agar tidak jatuh korban.

Untuk itu, langkah-langkah berikut ini dapat digunakan untuk melakukan penyelamatan saat bencana banjir terjadi :
  1. Sebaiknya kita segera mungkin menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman, misalnya berlari ke tempat yang lebih tinggi atau naik ke lantai atas yang tidak terkena air banjir (jika rumah bertingkat).
  2. Sebaiknya kita menghindari kawasan banjir ketika melakukan pengungsian karena arus banjir yang deras mampu menghanyutkan kita.
  3. Sembari menyelamatkan diri,  kita juga harus mengajak anggota keluarga, kerabat, dan tetangga disekitar kita untuk segera menyelamatkan diri.
  4. Sesegara mungkin menyelamatkan barang-barang berharga sehingga tidak rusak atau hilang terbawa arus banjir, seperti perhiasan dan surat-surat penting.
  5. Selalu memantau kondisi ketinggian air setiap saat sehingga dapat dipakai sebagai dasar pedoman untuk melakukan tindakan selanjutnya.
  6. Sebaiknya kita tidak berjalan-jalan, melihat-lihat, berenang-renang di kawasan banjir, baik dengan rakit maupun berjalan kaki.
  7. Ketika terjadi banjir jangan sekali-kali kita menyentuh kabel-kebel listrik yang putus atau menyentuh tiang listrik.
  8. Kita sebagai orang tua, sebaiknya awasilah anak-anak atau balita kita, jangan biarkan mereka bermain-main disaluran air, sungai atau kawasan banjir dan arus deras lainnya.
  9. Janganlah kita meminum atau memasak dengan menggunakan air banjir. Karena air banjir sudah tercemar dengan berbagai kotoran yang sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh.
  10. Jangan memanfaatkan banjir ini untuk mencari ikan dengan pergi memancing. Kerana jika seandainya arus air itu deras, air itu bisa menyeret kita.

6 Hal yang dicari pria pada seorang wanita...!!!

Untuk sobat wanita yang sedang mencari pasangan hidup kali ini saya kan memberikan 6 hal yang dicari pria pada seorang wanita...!!!....Setiap pria itu berbeda dan karenanya berbeda pula hal yang diinginkan dari wanita pujaannya. Selain itu, apa yang diinginkan si pria pun tergantung apakah ia sedang mencari pacar, istri atau cuma sekedar 'one night stand'.
Nah, dengan berbagai keinginan pria yang bervariasi itu, berikut ini adalah 6 hal yang biasanya dicari pria dari seorang wanita, untuk urusan 'asmara jangka panjang'.

Kepercayaan diri
Kebanyakan pria suka wanita yang punya rasa percaya diri atawa 'pede'. Pedenya sih nggak perlu ketinggian juga yah, namun wanita yang berjalan dengan anggun dan nggak takut membuat kontak mata bakal terlihat lebih atraktif bagi pria. Percaya deh, nggak bakalan ada pria yang mau berhubungan lama dengan wanita yang selalu muram, membosankan atau kelewat serius. Pria ingin wanita yang bisa ketawa lepas buat joke-joke yang mereka lemparkan, lebih oke lagi kalau si wanita juga bisa bikin jokes dan bikin mereka ketawa. Wanita yang ceria dan positive thinking terlihat lebih menarik bagi para pria lho.

Terawat
Penampilan itu penting, bahkan hal ini sering jadi awal bagi pria untuk tertarik pada seorang wanita. Kebanyakan pria suka wanita yang terlihat rapih dan bersih. Mereka juga suka wanita yang feminin, mungkin karena itu membuat mereka merasa lebih maskulin kali yah. Selain itu, rambut yang indah terawat, tubuh yang bugar dan fresh akan lebih menarik bagi pria.

Independen
Kebanyakan pria juga suka wanita yang memiliki kehidupan mereka sendiri.  Dalam artian, mereka suka jika pasangan mereka nggak selalu bergantung pada mereka sepanjang waktu. Memang, pria juga butuh perhatian dari pasangannya, namun mereka pun butuh waktu untuk mereka sendiri, doing their own stuff. Wanita yang independen dan nggak selalu bergantung pada prianya, punya nilai plus tersendiri di mata mereka.

Jujur dan setia
Sama seperti wanita, so pasti pria pun menginginkan wanita yang jujur dan setia pada mereka. Pria ingin memiliki 'jaminan' bahwa pasangannya nggak akan lirik-lirikan dengan teman kantornya, atau flirting dengan cowok baru di kampus, misalnya. Ini juga menyangkut soal harga diri, karena begitu wanita pasangannya 'selingkuh', harga diri mereka akan hancur berantakan. Jadi, pria ingin seseorang yang akan selalu ada di sisi mereka, apapun yang kan terjadi.

Easy going
Pria suka wanita yang easy going, santai dan fun to be with. Saat ingin memiliki hubungan yang serius, kebanyakan pria mencari wanita yang di satu sisi nggak takut buat dikenalin ke orang tuanya, tapi di sisi lain juga bisa diajak have fun dan 'gila-gilaan'. Pria suka wanita yang 'asik'; seseorang yang nggak takut ketemu dengannya tanpa makeup, nggak keberatan sesekali nongkrong bareng dengan teman-temannya, dan mudah dibikin happy.

Dukungan
Pria juga mencari wanita yang bisa mendukung mereka, terutama saat mereka ingin memiliki hubungan jangka panjang yang serius. Buat seorang pria yang sedang ngejar studi atau kariernya, mendapat full support dari pasangannya itu sangat penting lho. Ia ingin seseorang yang mau mendengarkannya, memberikan saran dan masukan tanpa harus mengolok-oloknya atau membuatnya merasa bersalah. Pria menginginkan wanita yang bisa memberinya saran-saran yang obyektif dan membangun, dan membuat dia terlihat baik di mata orang lain

http://ibnisakhiy.blogspot.com

Sabtu, 22 Desember 2012

Taman Lalu lintas Bandung...!!!

http://ibnisakhiy.blogspot.com

Untuk menghabiskan masa liburan alangkah lebih baik sobat semua mengajak anak-anak atau keluraga untuk berekreasi ke Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution (TLL-AISN) yang berlokasi di Jalan Belitung No. 1 Bandung, taman ini dibangun / didirikan oleh perkumpulan BKLL ( Badan Keamanan Lalu Lintas) Cabang Bandung dari tanggal 21 Maret 1956 s/d awal tahun 1958 (±2 tahun). Taman Lalu Lintas diresmikan dan dibuka untuk masyarakat umum pada tanggal 01 Maret 1958 ( 50 tahun yang lalu). Kemudian, pada tahun 1965 Taman Lalu Lintas ini diberi nama Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, berdasarkan Surat Keputusan DPRD-GR Kotamadya Bandung tanggal 20 November 1965 No. 18660/65.

Taman Lalu Lintas dibangun di salah satu taman dalam Kota Bandung yang waktu itu bernama INSULINDE PARK pada katu zaman Belanda, lalu menjadi “TAMAN NUSANTARA” yang letaknya sekitar Jalan belitung, Jalan Aceh , Jalan Sumatera dan Jalan Kalimantan dengan bantuan dan sumbangan dari berbagai lapisan masyarakat dan Instansi Pemerintah terkait, baik tingkat Pusat Jakarta maupun Daerah (Bandung/Jawa Barat). Maket Taman Lalu Lintas (TLL) dibuat dalam tahun 1955 dengan bantuan bagian Perencanaan DPU Kodya Bandung.
Upacara peletakan batu pertama pada tanggal 23 Maret 1956 mendahului pembangunan fisik dan peresmian/pembukaan dan penggunaan TLL waktu itu oleh Pengurus BKLL bersama Walikota/Pemda Kodya Bandung dan beberapa instansi terkait di Bandung maupun Pusat di Jakarta pada tanggal 1 Maret 1958. Sampai sekarang tahun 2008 usia TLL sudah berusia 50 tahun.
Sejak tahun 1960, TLL-AISN dimiliki/dikelola oleh Pengurus Yayasan TLL-AISN Bandung berdasarkan Akta Notaris tanggal 9 Juli 1960 No. 58 jo. 5 Juli 1975 No. 7.

Bermula dari Taman Nusantara

Gagasan pembuatan Taman Lalu Lintas AISN Bandung tercetus pada bulan Agustus 1954 dalam rapat Pengurus Perkumpulan BKLL Cabang Bandung, dimana salah satu usaha yang diusulkan adalah merencanakan dan mengusahakan pembangunan Taman Lalu Lintas. Awalnya, ide Taman Lalu Lintas itu hanya bersifat “Single Purpose” yang berperan untuk pendidikan dan penerangan keamanan lalu lintas semata. Tempat yang diusulkan waktu itu adalah Taman Pramuka atau Taman Riau yang posisinya ada di Jalan Martadinata.
Pada rapat selanjutnya setelah dilakukan sosialisasi dan negosiasi antara Pengurus BKLL dengan beberapa pejabat Pemerintah di Bandung, maka dipenghujung tahun 1954 atas dorongan dan ijin Walikota Bandung Raden Enuch, Taman Pramuka dirasa kurang besar dan kurang strategis karena letaknya tidak di pusat kota. Sebagai gantinya diusulkan untuk menggunakan Taman Nusantara yang letaknya di tengah kota atau persisnya diantara Jalan Belitung, Jalan Aceh, Jalan Sumatera dan Jalan Kalimantan. Lokasi untuk Taman ini jauh lebih luas dan lebih rindang dengan banyak pepohonan sehingga terasa lebih nyaman dan menyenagkan. Letak taman yang berada disekitar lingkungan tentara, tidak menjadi hambatan karena sebelumnya telah dimintakan ijin KMKB Bandung dan Panglima.
Setelah memperoleh ijin tempat dari Walikota Bandung, tidak serta merta proses pembangunan Taman Lalu Lintas dapat langsung diwujudkan. Situasi politik yang belum stabil, kesibukan menghadapi Konferensi Asia Afrika di Bandung pada bulan April 1955, dan masalah lainnya, membuat rencana peletakan batu pertama pembangunan Taman Lalu Lintas terus tertunda.
Strategi pun kemudian diubah. Nazaruddin, SH sebagai Ketua berupaya mematangkan dulu konsep dan pencarian dana, sambil terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan rencana pembangunan Taman Lalu Lintas ini. Kampanye dan ajakan untuk berpartisipasi dalam membangun Taman Lalu Lintas dilakukan dengan berbagai cara dan media. Di radio, slide bioskop, Koran dan selebaran-selebaran.
Upacara peletakan batu pertama diadakan pada tanggal 23 Maret 1956 oleh Ny. Raden Enuch, istri Walikota Bandung yang didampingi dua orang putri pejabat yakni putri dari keluarga R. Sanusi Hardjadinata (Gubernur Jawa Barat) dan putri dari keluarga Ir. Effendi Saleh ( dirjen DKA ).
Atas kerja keras para anggota BKLL maka cita-cita untuk membuat Taman Lalu Lintas yang pertama di Indonesia ini dapat diwujudkan. Dengan rasa bangga dan bahagia pada tanggal 01 Maret 1958 Taman Lalu Lintas yang dibangun dengan penuh perjuangan dan pengorbanan para pendirinya, TLL berhasil diresmikan. Upacara peresmian Taman Lalu Lintas cukup megah dan meriah. Selain sambutan-sambutan, acara pun diramaikan dengan defile Barisan Keamanan Lalu Lintas (BKLL) yang sangat membanggakan bagi yang melihatnya. Remaja-remaja berseragam kemeja coklat muda dan celana pendek coklat, sepatu hitam dengan kaos kaki putih selutut, nampak gagah, apalagi dilengkapi dengan atribut selempang dan topi putih. Mereka berbaris dengan rapi dan memberi hormat pada tamu undangan, para undangan serta merta langsung menyambut bertepuk tangan riuh rendah, bangga dan terpesona akan penampilannya. Defile ini merupakan “pengiring” untuk acara puncak peresmian Taman Lalu Lintas yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh istri Gubernur Jawa Barat, Ny. Ipik Gandamana.
Acara pembukaan Taman Lalu Lintas ini mendapat sambutan yang sangat bagus. Begitu banyak pejabat negara yang hadir pada peresmian Taman Lalu Lintas. Kepala Kepolisian Negara, RS Sukamto, Panglima Tentara Teritorial III Kolonel R. Kosasih, serta pejabat penting di tingkat propinsi dan Kotamadya maupun Kabupaten Bandung hadir pada acara peresmian Taman Lalu Lintas ini.
Para undangan kemudian meninjau taman yang baru diresmikan. Kendaraan pertama yang menyusuri taman adalah dua mobil mini yang dikemudikan ananda Abdurahman (putra Keluarga Ir. Effendi Shaleh), dan Heda Melinda (putri keluarga Nazaruddin SH). Suasana taman benar-benar meriah, apalagi ketika para tamu undangan mencoba naik kereta api mini yang dibuat di Jogyakarta dengan disain khusus untuk Taman Lalu Lintas.

Kehadiran Taman Lalu Lintas merupakan kebanggaan masyarakat Bandung Indonesia. Karena, waktu itu bahkan hingga puluhan tahun kemudian, Taman Lalu Lintas Bandung bukan saja yang pertama, namun juga satu-satunya di Indonesia, sampai dengan sebelum tahun 2000-an.
Keberadaan Taman Lalu Lintas Bandung, tidak lepas dari peran dan aktifitas Badan Keamanan Lalu Lintas (BKLL) Cabang Bandung. Karena Taman Lalu Lintas tidak lain adalah merupakan suatu wadah untuk aktifitas BKLL, khususnya untuk sarana penyelenggaraan peenyuluhan dan pendidikan keamanan lalu lintas.
Ketua BKLL Cabang Bandung sejak awal berdiri pada tahun 1954 hingga tahun 1960 diketuai oleh Nazaruddin, SH. Yang dalam periode tersebut menjabat sebagai Kepala Polisi Lalu Lintas Kota Bandung.

Visi dan Misi

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution Bandung memiliki visi dan misi sebagaimana dicanangkan para pendirinya pada tahun 1958. misi-visi ini konsisten dijalankan dan terus dipertahankan hingga sekarang.

Visi :
Visi yang diemban Taman Lalu Lintas AISN Bandung adalah menjadi taman pendidikan yang syarat manfaat untuk masyarakat, rindang dengan pepohonan, nyaman dan aman, dilengkapi dengan ragam permainan yang memberi pembelajaran pada-anak-anak untuk turut membentuk generasi yang disiplin dan bertanggungjawab.

Misi :
1.Taman lalu Lintas sebagai tempat Penyuluhan & Pendidikan Keamanan Lalu Lintas (PPKLL)
2.Taman Lalu Lintas sebagai taman kota, taman pepohonan dan taman lingkungan hidup Kota Bandung.
3.Taman Lalu Lintas sebagai taman rekreasi untuk anak-anak usia dibawah 13 tahun.

Dengan mengemban visi dan misi ini kemudian moto “Bermain sambil Belajar” moto inipula yang menegaskan akan peran dan fungsi Taman yang nyaman rindang dengan pepohonan, memiliki area rekreasi dan permainan anak-anak , sekaligus dilengkapi dengan sarana belajar dengan adanya billboard/papan penerangan tentang rambu-rambu lalu lintas.
Status
Taman lalu Lintas Bandung berstatus sebagai taman kota yang dikelola oleh Pengurus Yayasan Taman Lalu Lintas Bandung berdasarkan Akta Notaris Noezar No.58 tanggal 9 Juli 1960 yang disyahkan sebagai badan hukum dengan SK Menteri Kehakiman dan dimuat dalam tambahan Berita Negara RI No.20 21 tanggal 14-03-1961.
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua DPRD-GR Kotamadya Bandung No. 18660/65 tertanggal 20 November 1965 nama Taman lalu Lintas Bandung ditambah menjadi Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution (TLL-AISN) Bandung. Perubahan nama ini kemudian diselaraskan dengan nama Yayasan menjadi Yayasan Taman Lalu Lintas AISN.

Berekreasi bersama di Taman Lalu Lintas Bandung akan membuat hari-hari sobat sekeluarga semakin seru. Anak-anak akan mendapatkan pengalaman yang tak ada duanya saat bermain mengendarai sepeda dan kendaraan mini di jalur buatan yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Orang tua juga dapat melepaskan kepenatan di lingkungan taman yang asri dan tenang.
Taman Lalu Lintas Bandung juga menyediakan berbagai sarana rekreasi yang dapat dinikmati oleh anak-anak yang berkunjung, diantaranya adalah Kereta Api Mini, Kolam Renang, Kerosel, Kolam Pancing, Sepeda Mini, alat mainan stasionary, mobil batere , Mandi Bola dan Playground dll.
Bagi pengunjung yang datang dalam rombongan, Taman Lalu Lintas Bandung memberikan potongan harga tiket masuk dan untuk beberapa alat mainan yang tersedia.


Sumber by : http://www.tamanlalulintas-bandung.com

Jumat, 21 Desember 2012

PANCASILA...!!!

http://ibnisakhiy.blogspot.com

Butir butir PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia
  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Kamis, 20 Desember 2012

Alat alat kesenian dari Jawa Barat ... !!!

Alat alat kesenian dari Jawa Barat ... !!!Angklung
Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung dan calung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung dan calung mirip sama; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.
Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung dan calung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip).
Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama di sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya. lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung dan calung. Perkembangan selanjutnya dalam permainan Angklung tradisi disertai pula dengan unsur gerak dan ibing (tari) yang ritmis (ber-wirahma) dengan pola dan aturan=aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara penghormatan padi pada waktu mengarak padi ke lumbung (ngampih pare, nginebkeun), juga pada saat-saat mitembeyan, mengawali menanam padi yang di sebagian tempat di Jawa Barat disebut ngaseuk. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung dan calung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.

 
Alat alat kesenian dari Jawa Barat ... !!!
 Suling
Suling adalah alat musik dari keluarga alat musik tiup kayu. Suara suling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik.
Suling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak, emas atau campuran keduanya. Sedangkan suling untuk pelajar umumnya terbuat dari nikel-perak, atau logam yang dilapisi perak.
Suling konser standar ditalakan di C dan mempunyai jangkauan nada 3 oktaf dimulai dari middle C. Akan tetapi, pada beberapa suling untuk para ahli ada kunci tambahan untuk mencapai nada B di bawah middle C. Ini berarti suling merupakan salah satu alat musik orkes yang tinggi, hanya piccolo yang lebih tinggi lagi dari suling. Piccolo adalah suling kecil yang ditalakan satu oktaf lebih tinggi dari suling konser standar. Piccolo juga umumnya digunakan dalam orkes.
Suling konser modern memiliki banyak pilihan. Thumb key B-flat (diciptakan dan dirintis oleh Briccialdi) standar. B foot joint, akan tetapi, adalah pilihan ekstra untuk model menengah ke atas dan profesional.
Suling open-holed, juga biasa disebut French Flute (di mana beberapa kunci memiliki lubang di tengahnya sehingga pemain harus menutupnya dengan jarinya) umum pada pemain tingkat konser. Namun beberapa pemain suling (terutama para pelajar, dan bahkan beberapa para ahli) memilih closed-hole plateau key. Para pelajar umumnya menggunakan penutup sementara untuk menutup lubang tersebut sampai mereka berhasil menguasai penempatan jari yang sangat tepat.
Beberapa orang mempercayai bahwa kunci open-hole mampu menghasilkan suara yang lebih keras dan lebih jelas pada nada-nada rendah.
Suling konser pada sebelum Era Klasik (1750) memakai Suling Blok (seperti gambar atas), sedangkan pada sebelum Era Romantis (Era Klasik 1750-1820) pakai Suling Albert (kayu hitam berlubang dan dilengkapi klep), dan sejak Era Romantis (1820) memakai suling Boehm (kayu hitam atau metal dilengkapi klep semua yang disebut juga suling Boehm, sistem Carl Boehm), atau suling saja.


Alat alat kesenian dari Jawa Barat ... !!!Calung
Pengertian Calung
Jika ditelisik lebih jauh lagi, calung menurut Kamus Umum Bahasa Sunda adalah tatabeuhan tina awi guluntungan, aya siga gambang, aya nu ditiir sarta ditakolan bari dijinjing. Nah, dari pengertian tersebut dapat dimaknai bahwa calung adalah sejenis alat musik yang terbuat dari bambu, yang dimainkan dengan cara memukul sembari dijinjing. Calung juga mempunyai pengertian lainnya, yakni seni pertunjukan.
Nah, seni pertunjukannya ini tentunya dengan menggunakan alat pokoknya calung. Lantas, apa yang membedakan antara calung dan angklung? Karena merupakan sebuah prototipe dari angklung, perbedaannya hanya dari cara memainkannya. Jika bermain angklung dilakukan dengan cara digoyangkan, calung dimainkan dengan cara dipukul.
Tentu saja bahan untuk membuat calung dan angklung ini sama, yakni bambu. Agar suara yang dihasilkannya bagus, bambu tersebut dipilih dengan baik. Biasanya, bambu yang digunakannya adalah jenis awi wulung dan awi temen.
Bermain calung tentunya tidak sembarang kita memukulnya. Ada beberapa hal dasar yang harus kita ketahui. Nah, salah satu di antaranya adalah memukul bilahan bambu yang disusun menurut tangga nada, yakni da-mi-na-ti-la.
Fungsi Calung
Tentunya berbagai alat musik yang digunakan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Pada awalnya, calung berfungsi sebagai sarana upacara ritual masyarakat sunda. Calung difungsikan sebagai alat pengiring dalam upacara adat seperti mapag sri. Selain sebagai media upacara ritual, calung pun berfungsi sebagai alat hiburan dan seni pertunjukan.
Dalam perkembangannya, fungsi calung bergeser pada fungsi yang terakhir, yakni sebagai seni pertunjukan. Sebagai seni pertunjukan yang menggunakan alat pokok calung, calung telah melahirkan beberapa seniman. Kita lihat saja seniman asal Jawa Barat, Hendarso (Darso), yang menunjukkan bakat seninya yang diiringi dengan calung.
Sebenarnya, para inohong Sunda sangat bergembira dengan munculnya Darso. Darso telah dianggap mempopulerkan calung sebagai alat musik tradisional sunda. Gaya seni pertunjukan Darso ternyata telah merasuk kepada para penerus musik tradisional sunda. Untuk mengikuti perkembangan zaman, sekarang calung telah dipadukan dengan jenis musik tertentu, yakni dangdut.
Ada sebutan yang menarik bagi jenis musik calung ini, yaitu caldut (calung dangdut). Namun, apapun bentuk dan jenisnya, hal tersebut ternyata dapat melangsungkan keberadaan alat musik tradisional Jawa Barat ini. Di samping pelestarian alat musik tradisional ini yang dilakukan oleh Paguyuban Seni Calung (PSC) Jawa Barat.


 Alat alat kesenian dari Jawa Barat ... !!!Gamelan
Variasi Alat Musik Gamelan Sunda
Seni tradisional berupa permainan musik merupakan satu dari sekian banyak kebudayaan yang ada di Indonesia. Permainan musik dari daerah-daerah di Indonesia dihasilkan dari beragam alat musik tradisonal yang juga terbuat dari bahan-bahan tradisional, alat musik Sasando misalnya. Alat musik ini terbuat dari daun lontar yang dianyam sedemikian rupa dengan sebilah bambu pada bagian tengahnya, kemudian diberi senar yang dapat menghasilkan nada-nada indah khas Nusa Tenggara Timur.
Selain sasando yang berasal dari wilayah timur Indonesia, wilayah barat Indonesia sepertinya juga tidak mau kalah. Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat juga menawarkan pertunjukan musik menggunakan alat musik tradisional bernama gamelan. Gamelan sunda tidak berbeda jauh dengan jenis gamelan yang berasal dari Jawa Tengah.
Gamelan
Gamelan adalah permainan musik yang dimainkan oleh sekelompok orang. Dalam istilah musik, pertunjukan seperti ini biasa juga disebut dengan ensembel musik. Alunan musik gamelan dihasilkan dari perpaduan berbagai alat musik, yaitu gambang, gendang, metalofon, dan gong.
Asal mula nama gamelan rupanya dari bahasa Jawa. Gamel dalam bahasa Jawa artinya menabuh atau memukul. Di Indonesia, wilayah yang melestarikan kesenian gamelan ini ternyata bukan hanya dari pulau Jawa, melainkan juga Bali dan Lombok.
Gamelan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut memiliki kekhasan masing-masing, namun dari sekian banyaknya perbedaan, pertunjukan gamelan di Indonesia tetap memiliki satu benang merah, yaitu gong. Gong memiliki ‘ketenaran’ yang lebih dibandingkan dengan ‘teman-temannya’ yang lain, seperti gambang atau gendang. Oleh karena itu, di sebagian wilyah Indonesia, masyarakat menganggap gong adalah gamelan dan begitu pula sebaliknya.
Gamelan pertama kali muncul di tanah ibu pertiwi diawali dengan kebudayaan agama Hindu dan Buddha. Kedua agama tersebut sudah jauh ‘berkuasa’ sebelum datangnya agama-agama baru di Indonesia. Kerajaan di Indonesia seperti Majapahit, termasuk salah satu kerajaan yang menikmati dan mempelajari kesenian gamelan.
Mitologi Jawa mengatakan bahwa, gamelan diciptakan oleh seorang dewa yang menguasi seluruh pulau Jawa. Dewa tersebut dikenal masyarakat Jawa dengan sebutan Sang Hyang Guru. Dewa tersebut konon bertempat tinggal disebuah gunung, yang kini dikenal dengan nama gunung Lawu. Dalam mitologi Jawa tersebut diceritakan bahwa Sang Hyang Guru menciptakan gong untuk memanggil para dewa, hingga akhirnya terbentuklah seperangkat peralatan gamelan.
Gamelan Sunda
Tidak ada yang mengetahui pasti, sejak kapan gamelan menyebar hingga tanah parahyangan. Namun, tanda-tanda majunya kesenian di daerah sunda tercatat dalam naskah sunda berjudul Siksakandang Karesian pada abad ke-16. Pada naskah tersebut dituliskan bahwa seorang yang ahli memainkan gamelan diberi julukan kumbang gending, dan ahli karawitan atau kesenian sunda disebut paraguna. Naskah sunda lain bernama Sewaka Darma menyebutkan, istilah gamelan sunda dengan sebutan gangsa.Gamelan sunda pada dasarnya terdiri dari peralatan musik yang sama dengan gamelan pada umumnya. Gamelan sunda lebih dikenal masyarakatnya dengan istilah degung. Di daerah sunda, alat musik gamelan ternyata memiliki beberapa variasi, sebut saja gambrang kromong, salendro atau pelog, prawa, ringgeng, goong gede, goong renteng, koromong, monggang, toplek, dan sekaten. Jenis gamelan sunda sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu, renteng, salendro atau pelog, dan ketuk tilu.
Gamelan pada dasarnya adalah sebuah warisan budaya yang harus dilestarikan. Setiap kebudayaan pasti memiliki nilai filosofi dan histori sendiri, begitu pun dengan gamelan. Dan pada akhirnya kedua nilai tersebutlah yang menjadi penyebab pelestarian terhadap kebudayaan di Indonesia selalu diperhatikan.

 
Alat alat kesenian dari Jawa Barat ... !!!
Kecapi
Mengenal Alat Musik Kecapi Khas Bumi Parahyangan.
Alat musik tradisional kecapi merupakan alat musik klasik yang selalu mewarnai beberapa kesenian di tanah Sunda ini. Membuat kecapi bukanlah hal gampang. Meski sekilas tampak kecapi seperti alat musik sederhana, tetapi membuatnya tidaklah gampang.
Untuk bahan bakunya saja terbuat dari kayu Kenanga yang terlebih dahulu direndam selama tiga bulan. Sedangkan senarnya,
kalau ingin menghasilkan nada yang bagus, harus dari kawat suasa (logam campuran emas dan tembaga), seperti kecapi yang dibuat tempo dulu. Berhubung suasa saat ini harganya mahal,
senar Kecapi sekarang lebih menggunakan kawat baja.Pasangan alat musik kecapi sunda ini biasanya adalah suling sunda yang terbuat dari bambu. Alunan musik yang mengalir akan terasa mempesona pada telinga kita jika di mainkan keduanya.
Kacapi Parahu
adalah suatu kotak resonansi yang bagian bawahnya diberi lubang resonansi untuk memungkinkan suara keluar. Sisi-sisi jenis kacapi ini dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai perahu. Di masa lalu, kacapi ini dibuat langsung dari bongkahan kayu dengan memahatnya.
Kacapi siter
merupakan kotak resonansi dengan bidang rata yang sejajar.Serupa dengan kacapi parahu, lubangnya ditempatkan pada bagian bawah. Sisi bagian atas dan bawahnya membentuk trapesium.
Untuk kedua jenis kacapi ini, tiap dawai diikatkan pada suatu sekrup kecil pada sisi kanan atas kotak. Mereka dapat ditala dalam
berbagai sistem: pelog, sorog/madenda, atau salendro.
Saat ini, kotak resonansi kacapi dibuat dengan cara mengelem sisi-
sis enam bidang kayu.
Menurut fungsinya dalam mengiringi musik, kacapi dimainkan sebagai:
1. Kacapi Indung (=kacapi induk); dan
2. Kacapi Anak atau Kacapi Rincik
Kacapi indung memimpin musik dengan cara memberikan intro,
bridges, dan interlude, juga menentukan tempo. Untuk tujuan ini,
digunakan sebuah kacapi besar dengan 18 atau 20 dawai.
Kacapi rincik
Kacapi rincik memperkaya iringan musik dengan cara mengisi ruang antar nada dengan frekuensi-frekuensi tinggi,khususnya dalam lagu-lagu yang bermetrum tetap seperti dalam kacapi suling atau Sekar Panambih. Untuk tujuan ini, digunakan sebuah kacapi yang lebih kecil dengan dawai yang jumlahnya sampai 15.
Kacapi menggunakan notasi degung. Notasi ini merupakan bagian dari sistem heptachordal pelog. Lihat tabel berikut:
Pelog degung Sunda Pelog Jawa
1 (da) 6
2 (mi) 5
3 (na) 3
4 (ti) 2
5 (la) 1
Sebagai orang yang berasal dari tanah Parahyangan jika kecapi suling sunda dimainkan maka imajinasi kita adalah suatu perkampungan yang masih terhampar luas sawah-sawah, aktifitas para petani, gunung yang hijau dan pepohonan di tengan sawah.Dan rasa rindu akan kampung halaman akan terbersit tak tertahankan.

dikutip dari beberapa sumber