-->
Featured Article

Rabu, 08 Januari 2014

Macam - macam format gambar....!!!!

Mungkin Sobat BACA INI ada yang belum mengetahui format gambar yang ternyata ada beberapa format yang harus kita ketahui, Nah kali ini  saya akan membagikan bermacam-macam format gambar dan kelebihannya 

BMP (Bitmap)
Type file ini umum digunakan pada system operasi Windows dan OS/2.
Kelebihan :
  • Dapat dibuka oleh hampir semua program pengolah gambar
  • File BMP memiliki ukuran yang jauh lebih besar daripada type-type yang lain.
  • Dapat ditambahkan efek khusus tertentu sehingga dapat membuat objek tampil sesuai keinginan.
  • Dapat menghasilkan objek gambar bitmap dari objek gambar vektor dengan cara mudah dan cepat, mutu hasilnya pun dapat ditentukan.

Kekurangan :
  • Efek yang diidapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau berkurang detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah
  • Objek gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar.

JPG/JPEG (Joint Photographic Experts Group)
JPG adalah jenis data yang dikembangkan oleh Joint Photographic Experts Group (JPEG) yang dijadikan standar untuk para fotografer professional. Seperti metode yang digunakan oleh format ZIP yang digunakan untuk menggunakan pengulangan dalam data untuk kemudian dikompresi, JPG mengkompresi data gambar dengan cara mengurangi bagian-bagian dari gambar untuk memblok pixsel dalam gambar tersebut.
Kelebihan :
  • Sudah digunakan menjadi standar gambar di internet
  • Jenis data yang bisa dikirim dan dilihat secara bebas
  • Memudahkan dalam mengunduh foto

Kekurangan :
  • Tidak begitu baik untuk menyimpan gambar pajangan atau artistic.
  • Tidak ideal untuk penggunaan typography, crips line, atau bahkan hasil fotografi dengan sudut yang tajam, karena objek itu kadang menjadi sama/blur
  • Media penyimpanan terbatas


GIF (Graphics Interchange Format)
Type file GIF memungkinkan penambahan warna transparan dan dapat digunakan untuk membuat animasi sederhana, tetapi sekarang ini standar GIF hanya maksimal 256 warna saja.
Kelebihan :
  • Mendukung animasi gambar
  • Bersifat tidak pecah-pecah
  • Menggunakan kompresi tidak menghilangkan data

Kekurangan :
  • Tidak cocok digunakan dalam fotografi modern
  • Penyimpanan data gambar terbatas
  • Gambar GIF berukuran lebih kecil dari pada JPG


PNG (Portable Network Graphics)
PNG digunakan untuk Operating System yang menggunakan teknik lossles dan mendukung kedalaman warna 48 bit, tingkat ketelitian sampling: 1,2,4,8, dan 16 bit serta teknik pencocokan warna yang lebih canggih dan akurat
Kelebihan :
  • Adanya warna transparan dan alpha yang memungkinkan sebuah gambar transparan tapi gambar tersebut masih dapat dilihat mata seperti samar-samar atau bening.
  • File dapat diatur jumlah warnanya, sehingga kompresi file PNG lebih baik dari pada GIF
  • Kompresi tidak menghilangkan data
  • Solusi kompresi yang powerfull dengan warna yang lebih banyak
  • Penayangan citra secara progresif (progressive display)
  • Gamma (pengaturan terang gelapnya citra en:”brightness”)

Kekurangan :
  • PNG belum populer sehingga sebagian browser tidak mendukungnya


TIFF (Tagged Interchange File Format)
Merupakan format file terkompresi yang biasa digunakan dipaket desktop publishing dan juga merupakan format file bagi percetakan yang diindikasikan dengan ekstensi.
Kelebihan :
  • Formatnya lebih fleksibel dari format gambar bitmap yang didukung secara ritual oleh seluruh point, image editing dan aplikasi kedalam layout


PDF (Portable Document Format)
Format file ini umumnya digunakan oleh Adobe Acrobat
Kelebihan :
  • Mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap
  • Dapat digunakan digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor

Kekurangan :
  • Tidak mampu menyimpan alpha channel


EPS (Encapsuled Postcript)
Merupakan program yang digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis juga digunakan saat mencetak gambar.
Kelebihan :
  • Isi dari berkas EPS dituliskan dalam format teks polos sehingga merupakan suatu format yang nyaman untuk dihasilkan oleh suatu program aplikasi buatan sendiri
  • Menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenal oleh semua program persiapan cetak
  • Mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab Duotone, Indexed Color, Grayscale dan Bitmap
  • Mampu menyimpan clipping path

Kekurangan :
  • Tidak mampu menyimpan alpha channel


PCX
Format ini merupakan format yang fleksibel karena hamper semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini yang dikembangkan oleh perusahaan Zoft Coorperation.
Kelebihan :
  • Mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit
  • Mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmap dan Indexed Color

Kekurangan :
  • Tidak mampu menyimpan alpha channel

Nah mungkin itu dulu yang saya bagikan kepada sobat BACA INI, semoga informasi yang saya berikan dapat bermanfaat bagi sobat BACA INI.

Sabtu, 07 Desember 2013

Apa itu dpi....!!!!

Apabila Sobat Baca Ini sering menggunakan Printer atau sering menggunakan Coreldraw atau Photoshop mungkin sudah tidak asing ditelinga ketika mendengar kata dpi. Kata tersebut merupakan singkatan dari bahasa Inggris yang memiliki kapanjangan dari dots per Inch. Istilah dpi memang digunakan oleh banyak printer untuk mengetahui kualitas hasil cetak, mulai dari 80 dpi sampai 1200 dpi. Banyaknya titik per inch, yaitu jumlah titik setiap 1 inch. Misal printer memiliki kemampuan 203 dpi, sehingga terdapat 203 titik setiap inchi. Semakin besar dpi yang diperoleh maka hasil cetak semakin tajam.
Begitu pula printhead yang digunakan pada printer barcode, resolusi mulai dari 203 dpi, 300 dpi hingga 600 dpi. Resolusi tersebut juga mempengaruhi hasil cetak dari printer. Resolusi sangat berpengaruh dalam hasil pencetakan pada printer barcode, yakni untuk media print (label) yang memiliki ukuran kecil.


Semakin besar dpi yang digunakan semakin bagus juga kualitas gambar yang dihasilkan. Semoga postingan saya kali ini bermanfaat bagi Sobat BACA INI

Jumat, 06 Desember 2013

RJ45 straight & Cross....!!!!

SOBAT BACA INI, kali ini saya akan memposting mengenai RJ45, mungkin sobat baca ini ada yang belum tahu apa itu RJ45 atau kabel UTP???...

RJ45 straight & Cross....!!!!
Pengertian Kabel UTP

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah suatu kabel yang digunakan sebagai media penghubung antar komputer dan peralatan jaringan (hub atau switch). Kabel UTP merupakan salah satu kabel yang paling popular saat yang di gunakan untuk membuat jaringan komputer. Dibandingkan dengan kabel lain kabel UTP merupakan kabel yang sering di pakai untuk membuat jaringan komputer.. Kabel ini berisi empat pasang (pair) kabel yang tiap pair-nya dipilin (twisted) atau disusun spiral atau saling berlilitan . 

Keempat pasang kabel (delapan kabel) yang menjadi isi kabel berupa kabel tembaga tunggal yang berisolator . Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded) sehingga kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Yang dimaksud dengan kabel UTP adalah hanya kabelnya, sedangkan untuk menghubungkan dengan komputer di butuhkan suatu connector, nah Connectors ini yang biasa disebut RJ-45 (RJ=register jack) merupakan pasangan dari kabel UTP.

Kabel UTP memiliki karakteristik yaitu Connector yg dipakai pada ujung kabel (semua jenis/category) UTP adalah RJ45 yang terdiri dari 4 pasang (pair) kabel yang dipilin (twisted).
  • 1 pasang untuk Tx (mengirim informasi) yaitu pada pin nomor 1 (TX+) dan 2 (TX-).
  • 1 pasang untuk Rx (menerima informasi) yaitu pada pin nomor 3 (RX+) dan 6 (RX-).
  • 2 pasang tidak terpakai (Not Connected), yg dpt digunakan untuk mengirim daya listrik (power over Ethernet) untuk mencatu perangkat yg ada di ujung kabel UTP

Kabel straight,  jika ujung A terkoneksi langsung dengan ujung B (TXA-TXB, RXA-RXB).
Kabel cross,  jika ujung A terkoneksi silang dengan ujung B (TXA-RXB, RXA-TXB).
Kabel straight digunakan untuk menghubungkan komputer dengan hub (switch)
Kabel cross digunakan untuk menghubungkan hub (switch) dengan hub (switch) lainnya.
maksimum panjang kabel UTP yg dpt dipakai untuk menyalurkan informasi adalah 50 meter.

Kategori Kabel UTP
Kabel UTP mempunyai beberapa kategori. Dalam setiap kategori tersebut memiliki kegunaan dan fungsi yang berbeda.walaupun sobat baca ini tidak akan memakai semua ketogori dari kabel UTP akan tetapi sobat baca ini  perlu tahu kegunaan dan fungsi dari masing – masing kategori tersebut.

Kategori 1, merupakan kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung koneksi atau komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telefon analog Plain Old Telephone Service (POTS) dan ISDN. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut.

Kategori 2, adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik (4Mbps). Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring network dan protocol localtalk (Apple) dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini.

Kategori 3,  adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang didesain untuk data network dengan frequensi hingga 16Mhz dan lebih populer untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseTsaja.  Seringnya, kabel jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per detik, sebagai pengganti Cat2.

Kategori 4, adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik, sehingga dapat digunakan untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan kecepatan data hingga 20 Mbps. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.

Kategori 5,  adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP kategory 4, yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik(100Mbps). Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) dan dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA). Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet(100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan. 

Instalasi Kabel UTP
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, sobat baca ini tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna/stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih.Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive
data Alias nganggur.

Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX – di konektor yang satu ke RX – di konektor yang lain.
Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung. 
RJ45 straight & Cross....!!!!

Sementara untuk stright cable anda tidak perlu repot memikirkan cross over anda cukup menyamakan posisi kabel di satu sisi dengan sisi lainnya.

RJ45 straight & Cross....!!!!

Pemasangan / Merangkai Kabel (Cremping )
  1. Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.
  2. Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas)
  3. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Stright atau T568A. Apabila anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.
  4. Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.
  5. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.
  6. Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujungkabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus itekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.
  7. Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baikke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.
  8. Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
  9. Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.
  10. Apabila sobat baca ini yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila sobat baca ini tidak memiliki LAN tester jangan takut sobat baca ini cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa sobat baca ini sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses.
Semoga postingan saya kali ini dapat membantu sobat baca ini.

Rabu, 04 Desember 2013

Hacker Indonesia yang paling berbahaya di Dunia....!!!!

Tahukah Sobat BACA INI, ternyata Indonesia memiliki Putra Bangsa yang cukup disegani di dunia. Jim Geovedi (lahir 28 Juni 1979). 

Hacker Indonesia yang paling berbahaya di Dunia....!!!!
Adalah seorang pakar keamanan teknologi informasi ternama asal Indonesia yang berfokus pada penemuan celah keamanan komputer dan jaringan dengan kekhususan sistem telekomunikasi dan satelit. 

BBC News menjulukinya sebagai sosok yang “tidak mirip seperti penjahat Bond, tetapi memiliki sejumlah rahasia yang akan mereka kejar habis-habisan”

Bisa dibilang Jim Geovedi adalah seorang peretas (hacker) paling berbahaya didunia. Julukan tersebut tidak terlalu berlebihan, pasalnya sejumlah aksi dan sepak terjangnya didunia keamanan teknologi informasi sudah diakui dunia.

Pada masa ketika nyaris semua informasi dan manusia terkoneksi, jika dia mau, Jim bisa saja keluar masuk melihat percakapan Anda di dunia maya.

Lebih dari itu, dia bisa saja mencuri data-data penting seperti lalu lintas transaksi bank, laporan keuangan perusahaan atau bahkan mengamati sistem pertahanan negara.

“Kalau mau saya bisa mengontrol internet di seluruh Indonesia,“ kata Jim dalam percakapan dengan Deutsche Welle. Menurut pengamat IT Enda Nasution, dia mengaku percaya Jim Geovedi memang bisa melakukan itu.

Wartawan Deutsche Welle pun memilih percaya dan tidak mau menantang Jim untuk membobol situs Deutsche Welle.

Dia adalah hacker Indonesia dengan reputasi global. Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow adalah tempat-tempat dimana Jim menjadi pembicara pertemuan hacker internasional yang sering dibalut dengan nama seminar sistem keamanan. 

Dalam sebuah pertemuan hacker dunia, Jim memperagakan cara meretas satelit. Benar sekali, Jim bisa mengubah arah gerak atau bahkan menggeser posisi satelit. Keahliannya ini bisa Sobat BACA INI lihat di Youtube.

Sejak 2012, Jim Geovedi pindah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya. Dia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir, dia mengaku tertarik mengembangkan artificial intelligence komputer.

Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli. Dalam wawancara, Jim lebih suka menganggap dirinya “pengamat atau kadang-kadang partisipan aktif dalam seni mengawasi dari tempat yang jauh dan aman.“

Jim bukan lulusan sekolah IT ternama. Lulus SMA, Jim menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung sebagai seniman grafis. Beruntung seorang pendeta memperkenalkan dia dengan komputer dan internet. Sejak itu, Jim Geovedi belajar secara otodidak menelusuri ruang-ruang chatting para hacker dunia.

Berikut wawancara Deutsche Welle dengan Jim Geovedi.

Deutsche Welle

"Apa saja yang pernah Anda hack?"

Jim Geovedi

"Saya tidak pernah menghack…kalaupun ya, saya tidak akan mengungkapkannya dalam wawancara, hehehe. Tapi saya banyak dibayar untuk melakukan uji coba sistem keamanan. Saya punya konsultan perusahaan keamanan untuk menguji aplikasi dan jaringan. Klien saya mulai dari perbankan, telekomunikasi, asuransi, listrik, pabrik rokok dan lain-lain."

Deutsche Welle

"Bagaimana Anda membangun reputasi sebagai hacker?"

Jim Geovedi

"Saya tidak memulai dengan menghack sistem, kemudian setelah terkenal membuka identitas dan membangun bisnis sistem keamanan. Sejak awal, saya lebih banyak bergaul dengan para hacker dunia ketimbang Indonesia, dan dari sana saya sering diundang menjadi pembicara seminar atau diwawancara media internasional. Beberapa tahun setelah itu saya mulai diperhatikan di Indonesia. Tahun 2004, saya diminta membantu KPU (saat itu data pusat penghitungan suara Pemilu diretas-red) yang kena hack. Saya disewa untuk mencari tahu siapa pelakunya (seorang hacker bernama Dani Firmansyah akhirnya ditangkap-red). Ketika wireless baru masuk Indonesia tahun 2003, saya sudah diminta menjadi pembicara di Kuala Lumpur tentang bahaya sistem itu. Tahun 2006, saya diminta menjadi pembicara isu sistem keamanan satelit, dan itu yang mungkin membuat nama saya naik."

Deutsche Welle

"Apakah Anda bisa menghack satelit?"

Jim Geovedi

"Ya bisa, satelit itu sistemnya cukup unik. Orang yang bisa mengontrol satelit harus tahu A sampai Z tentang isi satelit. Dan satu-satunya cara adalah Anda harus masuk ke ruang operator atau berada dalam situasi kerja sang operator (dengan meretasnya-red). Dari sana Anda akan memahami semua hal: satelit ini diluncurkan kapan, bagaimana cara kontrol, sistem apa yang digunakan. Setelah itu Anda akan bisa memahami: oh di sini toh kelemahan sistemnya. Itu semua total insting. Semakin sering Anda mempelajari kasus, jika berhadapan dengan kasus lain, Anda akan bisa melihat adanya kesamaan pola. Kalau Anda sudah melihat kesamaan pola, maka Anda akan tahu."

Deutsche Welle

"Satelit mana saja yang pernah Anda hack?"

Jim Geovedi

"Hahaha…saya harus berada di lingkungan operatornya."

Deutsche Welle

"Tapi Anda bisa masuk ke lingkungan itu dari jarak jauh (meretas-red) kan?"

Jim Geovedi

"Hahaha, untuk satu atau dua kasus itu bisa dilakukan".

Deutsche Welle

"Satelit mana yang Anda hack?"

Jim Geovedi

"Itu satelit klien saya hahaha…satelit Indonesia dan satelit Cina."

Deutsche Welle

"Apa yang Anda lakukan dengan satelit itu?"

Jim Geovedi

"Saat itu saya diminta menguji sistem keamanan kontrol satelit, dan saya melihat: oh ini ada kemungkinnan untuk digeser atau dirotasi sedikit… lalu ya saya geser…dan itu membuat mereka panik karena agak sulit mengembalikan satelit itu ke orbit. Untung mereka punya bahan bakar ekstra. Mereka bilang: oke cukup jangan diteruskan. Satelit yang dari Cina bisa saya geser tapi kalau yang dari Indonesia saya ubah rotasinya."

Deutsche Welle

"Dengan kemampuan seperti ini, bagaimana Anda mengatasi godaan?"

Jim Geovedi

"Kalau mau, saya bisa mengontrol internet seluruh Indonesia. Saya bisa mengalihkan traffic (lalu lintas data-red), saya bisa mengamati traffic yang keluar ataupun masuk Indonesia. Saya bisa memodifikasi semua transaksi keuangan…dengan kapasitas saya itu mungkin saja dilakukan. Tapi buat apa? Saya termasuk orang yang bersyukur atas apa yang saya punya. Saya nggak punya interest berlebihan soal materi."

Jumat, 29 November 2013

Apa itu RFID....!!!!


Untuk kali ini saya akan menulis APA ITU RFID....!!!!


RFID (bahasa Inggris: Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID berisi informasi yang disimpan secara elektronik dan dapat dibaca hingga beberapa meter jauhnya. Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak langsung seperti sistem pembaca kode batang (bahasa Inggris: barcode).

Sebuah label RFID dapat ditempelkan ke sebuah obyek dan digunakan untuk melacak dan mengelola inventaris, aset, orang, dan lain-lain. Sebagai contoh, label RFID bisa ditempelkan di mobil, peralatan komputer, buku-buku, ponsel, dan lain-lain.
RFID menawarkan keunggulan dibandingkan sistem manual atau penggunaan kode batang. Label dapat dibaca jika melewati dekat pembaca label, bahkan jika pembaca tertutup oleh objek atau tidak terlihat. Label dapat dibaca di dalam sebuah wadah, karton, kotak atau lainnya. Label RFID dapat membaca ratusan pada satu waktu, sedangkan kode batang hanya dapat dibaca satu per satu.

Sejarah RFID
Pada tahun 1945, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang suara menggetarkan sebuah diafragma (diaphragm) yang mengubah sedikit bentuk resonator, yang kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID. Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an.......
Sebuah teknologi yang lebih mirip, IFF Transponder, ditemukan oleh Inggris pada tahun 1939, dan secara rutin digunakan oleh tentara sekutu di Perang Dunia II untuk mengidentifikasikan pesawat tempur kawan atau lawan. Transponder semacam itu masih digunakan oleh pihak militer dan maskapai penerbangan hingga hari ini.
Karya awal lainnya yang mengeksplorasi RFID adalah karya tulis ilmiah penting Harry Stockman pada tahun 1948 yang berjudul Communication by Means of Reflected Power (Komunikasi Menggunakan Tenaga Pantulan) yang terbit di IRE, halaman 1196–1204, Oktober 1948. Stockman memperkirakan bahwa "...riset dan pengembangan yang lebih serius harus dilakukan sebelum problem-problem mendasar di dalam komunikasi tenaga pantulan dapat dipecahkan, dan sebelum aplikasi-aplikasi (dari teknologi ini) dieksplorasi lebih jauh."
Paten Amerika Serikat nomor 3,713,148 atas nama Mario Cardullo pada tahun 1973 adalah nenek moyang pertama dari RFID modern; sebuah transponder radio pasif dengan memori ingatan. Alat pantulan tenaga pasif pertama didemonstrasikan pada tahun 1971 kepada Perusahaan Pelabuhan New York (New York Port Authority) dan pengguna potensial lainnya. Alat ini terdiri dari sebuah transponder dengan memori 16 bit untuk digunakan sebagai alat pembayaran bea.
Pada dasarnya, paten Cardullo meliputi penggunaan frekuensi radio, suara dan cahaya sebagai media transmisi. Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor pada tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi (identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor elektronik, manifest [daftar barang] elektronik, pendata rute kendaraan, pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis pasien).
Demonstrasi label RFID dengan teknologi tenaga pantulan, baik yang pasif maupun yang aktif, dilakukan di Laboratorium Sains Los Alamos pada tahun 1973. Alat ini diperasikan pada gelombang 915 MHz dan menggunakan label yang berkapasitas 12 bit.
Paten pertama yang menggunakan kata RFID diberikan kepada Charles Walton pada tahun 1983 (Paten Amerika Serikat nomor 4,384,288).

Ada tiga jenis label RFID : 
  1. RFID aktif, Label RFID aktif biasanya lebih besar dan lebih mahal untuk diproduksi karena memerlukan sumber listrik. Label RFID aktif memancarkan sinyalnya ke pembaca label dan biasanya lebih andal dan akurat daripada label RFID pasif. Label RFID aktif memiliki sinyal lebih kuat sehingga dapat digunakan pemakaiannya di lingkungan yang sulit terjangkau seperti di bawah air, atau dari jauh untuk mengirimkan data
  2. RFID pasif,  tidak memiliki pasokan listrik internal dan bergantung pada pembaca RFID untuk mengirimkan data. Sebuah arus listrik kecil diterima melalui gelombang radio oleh antena RFID dan daya CMOS hanya cukup untuk mengirimkan tanggapan. Label Pasif RFID lebih cocok untuk lingkungan pergudangan di mana tidak ada banyak gangguan dan jarak yang relatif pendek (biasanya berkisar dari beberapa inci sampai beberapa meter). Karena tidak ada sumber daya internal, label pasif RFID lebih kecil dan lebih murah untuk diproduksi.
  3. RFID Semi-pasif, mirip dengan label RFID aktif. Label semi-pasif RFID memiliki sumber daya internal, tetapi tidak memancarkan sinyal sampai pembaca RFID mentransmisikannya terlebih dahulu.


RFID dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti:
  • Manajement Akses
  • Pelacakan barang
  • Pengumpulan dan pembayaran toll tanpa kontak langsung
  • Mesin pembaca dokumen berjalan
  • Pelacakan identitas untuk memverifikasi keaslian
  • Pelacakan bagasi di bandara
Semoga dapat bermanfaat.